Pengoptimalan Blog content

posted under , by ADMIN
Content adalah raja. Itulah kunci sukses untuk mendapatkan rangking yang tinggi pada search engine. Bagian ini akan menjelaskan bagaimana merancang isi halaman web yang search engine friendly. Namun tetap harus dijaga, agar visitor Anda betah membacanya.
Satu hal yang perlu diingat adalah Blog yang Anda miliki dirancang untuk visitor, bukan untuk search engine. Janganlah terlalu berlebihan hanya karena ingin mendapat rangking yang tinggi, tapi justru membuat isi halaman web tidak enak untuk dibaca. Jika hal ini tidak Anda perhatikan, maka visitor hanya akan datang sekali saja dan mereka akan enggan untuk berkunjung lagi. Langkah pertama, susunlah isi Blog Anda secara biasa. Buat kalimat-kalimat yang menarik dan enak untuk dibaca. Tetapi usahakan agar keyword-keyword pada meta tag, terpakai pada kalimat-kalimat di awal paragraf. Jagalah agar topiknya tidak terlalu meluas dan tetap spesifik. Sebuah halaman web yang baik hanya berisi dua sampai tiga fokus bahasan. Kalau dalam pelajaran Bahasa Indonesia, ini disebut pokok pikiran yang menjiwai sebuahkarangan
( Seperti guru aja ya He…………..he )
Ok, langkah selanjutnya optimalkan halaman web Anda dengan tips-tips berikut ini.


* Perhatikan penggunaan gambar. Hindari penggunaan gambar/image yang terlalu berat pada web Anda. Usahakan agar ukuran halaman web + gambar tetap dibawah 64 kb. Gunakan software-software seperti Adobe Photoshop (menu file - save for web) untuk mengoptimalkan gambar. Penggunaan Flash dan Java yang berlebihan sebaiknya dihindari.

* Hindari pemakaian frame. Frame memang baik dipakai sebagai navigasi, tetapi bisa membingungkan search engine. Halaman utama frameset biasanya tidak berisi content apa-apa. Kalaupun Anda terpaksa menggunakan frame, ingatlah mencantumkan tag <noframe></noframe> dan tuliskan rangkuman dari isi halaman web Anda pada tag tersebut agar search engine yang tidak mendukung frame masih bisa membacanya.

* Rancanglah agar web Anda bisa dibaca oleh semua browser. Halaman web yang tampak cantik di Internet Explorer kadang-kadang hanya tampak blank pada Netscape Navigator. Hati-hatilah dengan hal ini karena bisa menurunkan rangking pada search engine. Bukankah kecantikan itu juga relatif bagi setiap orang :)

* Gunakan keyword utama pada title halaman web. Isi dari tag <title></title> sangat berpengaruh pada rangking search engine. Rancanglah sebuah title yang menarik untuk dibaca dan jaga agar ukurannya tidak melebihi 70 karakter.

* Usahakan agar halaman web Anda memakai page headline (H1-6), dan gunakan keyword utama sebagai <H1>healine</H1>.

* Hindari pemakaian font yang terlalu kecil <font size="1"> dan susah dibaca.

* Jika Anda memasang image ingatlah agar selalu melengkapinya dengan atribut alt. Beberapa search engine menggunakan alt tag sebagai pedoman relevansi hasil pencarian. <IMG SRC="gambar.jpg" ALT="tambahkan beberapa keyword utama disini">.
Meskipun tidak banyak, beberapa search engine juga membaca comment tag. Isilah comment tag Anda dengan beberapa keyword yang relevan.

* Beberapa search engine utama seperti Altavista dan Google memberikan poin lebih banyak untuk paragraf-paragraf yang letaknya di awal. Jadi seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, usahakan memakai keyword-keyword andalan Anda di awal halaman.

Selamat Moncoba







MEMBUAT TABEL PADA BLOG

posted under by ADMIN
Setiap tabel minimal tersusun dari tiga tag dasar yaitu tag <TABLE> yang menandai sebuah tabel, tag <TR> yang membentuk baris dan tag <TD> yang membentuk kolom. Masing-masing tag tersebut harus memiliki tag penutup.
Untuk lebih jelasnya berikut contohnya :


<TABLE>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 1</TD>
</TR>
</TABLE>

Susunan tag-tag di atas memerintahkan kepada browser untuk menampilkan sebuah tabel yang terdiri dari satu baris dan satu kolom yang diisi dengan tulisan: kolom 1 dari baris 1.






kolom 1 dari baris 1




Mana tabelnya? Sesungguhnya, tabelnya ada, hanya saja tanpa bingkai (border). Ternyata, secara default, tabel menggunakan nilai border = 0 (nol) alias tanpa bingkai. Jadinya yang tampak hanya tulisan semata. Untuk membuat bingkai dari tabel tersebut, kita harus menyertakan atribut BORDER.

<TABLE BORDER=1>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 1</TD>
</TR>
</TABLE>

Sehingga tabelnya tampak sebagai berikut:







kolom 1 dari baris 1




Semain besar nilai BORDER ( Bingkai ) yang di masukkan otomatis semakin besar juga Bingkai tabel yang di tampilkan seperti contoh berikut :

<TABLE BORDER=10>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 1</TD>
</TR>
</TABLE>

Hasilnya akan seperti ini :




kolom 1 dari baris 1


Pada contoh di atas kita coba masukkan Nilai BORDER 10 ( Bingkai ) Maka otomatis bingkai tabel akan berubahkan....? seperti contoh di atas


Nah Silakan coba sendiri mengganti ukuran bingkai menjadi 2, 3 dan seterusnya lalu bandingkan hasilnya. Sekarang mari kita membagi tabel sebaris tersebut menjadi dua kolom. Artinya kita menambah sepasang tag TD lagi.
Seperti contoh berikut:

<TABLE BORDER=1>
<TR>
<TD> kolom 1 dari baris 1</TD>
<TD> kolom 2 dari baris 1</TD>
</TR>
</TABLE>

Beginilah hasilnya :







kolom 1 dari baris 1kolom 2 dari baris 1





Nah, bila anda ingin menambah sekian baris ke bawah, cukup menyalin ulang dari tag <TR> sampai </TR>. Sorot (blok) dari tag <TR> hingga </TR> lalu Copy (Ctrl+C). Tempatkan kursor di bawah tag </TR> lalu Paste (Ctrl+V). Sekian baris yang ingin anda buat, sekian kali pula anda harus menyalinnya (melakukan perintah Paste). Setelah itu tinggal meng-edit tulisan sesuai keinginan anda. Begini contohnya:

<TABLE BORDER=1>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 1</TD>
<TD>kolom 2 dari baris 1</TD>
</TR>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 2</TD>
<TD>kolom 2 dari baris 2</TD>
</TR>
</TABLE>

Tampilannya Akan menjadi:












kolom 1 dari baris 1kolom 2 dari baris 1
kolom 1 dari baris 2kolom 2 dari baris 2





Setelah atribut BORDER, atribut selanjutnya yang perlu kita ketahui adalah atribut CELLSPACING yang mengatur jarak antar sel dan CELLPADDING yang mengatur jarak antara sel dan tulisan di dalamnya. Misalnya:

<TABLE BORDER=1 CELLSPACING=10>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 1</TD>
<TD>kolom 2 dari baris 1</TD>
</TR>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 2</TD>
<TD>kolom 2 dari baris 2</TD>
</TR>
</TABLE>

Dengan penambahan atribut CELLSPACING=10 dalam tag TABLE berarti akan dihasilkan sebuah tabel dengan jarak antar sel adalah 10 pixel.

Beginilah tampilannya :












kolom 1 dari baris 1kolom 2 dari baris 1
kolom 1 dari baris 2kolom 2 dari baris 2





Sekarang mari kita coba bandingkan bila atribut CELLSPACING tersebut diganti dengan CELLPADDING.

<TABLE BORDER=1 CELLPADDING=10>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 1</TD>
<TD>kolom 2 dari baris 1</TD>
</TR>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 2</TD>
<TD>kolom 2 dari baris 2</TD>
</TR>
</TABLE>

Beginilah hasilnya :












kolom 1 dari baris 1kolom 2 dari baris 1
kolom 1 dari baris 2kolom 2 dari baris 2





Sedangkan kalau kedua tag tersebut dipakai bersama-sama seperti ini:

<TABLE BORDER=1 CELLSPACING=10 CELLPADDING=10>
<TR>
<TD> kolom 1 dari baris 1</TD>
<TD> kolom 2 dari baris 1</TD>
</TR>
<TR>
<TD> kolom 1 dari baris 2</TD>
<TD> kolom 2 dari baris 2</TD>
</TR>
</TABLE>

Akan menghasilkan tabel seperti ini:












kolom 1 dari baris 1kolom 2 dari baris 1
kolom 1 dari baris 2kolom 2 dari baris 2





Ternyata mudah, kan membuat tabel? Bila kita lihat tabel-tabel pada contoh di atas, tampak bahwa secara default, lebar kolom dan tinggi baris mengikuti lebar dan tinggi tulisan di dalamnya. Kita bisa mengatur sendiri lebar dan tinggi tabel, kolom dan barisnya dengan menggunakan atribut WIDTH (lebar) dan HEIGHT (tinggi). Misalnya:

<TABLE BORDER=1 WIDTH=100%>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 1</TD>
<TD>kolom 2 dari baris 1</TD>
</TR>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 2</TD>
<TD>kolom 2 dari baris 2</TD>
</TR>
</TABLE>

Bagaimana jadinya tabel dengan lebar 100% ?












kolom 1 dari baris 1kolom 2 dari baris 1
kolom 1 dari baris 2kolom 2 dari baris 2





Kesimpulannya, lebar tabel 100% artinya tabel tersebut akan melebar hingga memenuhi lebar tampilan halaman. Bila lebar setiap kolom tidak ditentukan, maka lebar 100% itu akan terbagi sejumlah kolomnya. Seperti dalam contoh di atas, karena terdiri dari dua kolom maka lebar masing-masing kolom adalah 50%. Nah, bagaimana bila kita ingin membagi lebar kolom tidak sama? Ya, caranya sama saja, yaitu dengan memasukkan atribut WIDTH dalam tag kolom.

<TABLE BORDER=1 WIDTH=100%>
<TR>
<TD WIDTH=25%>kolom 1 dari baris 1</TD>
<TD WIDTH=75%>kolom 2 dari baris 1</TD>
</TR>
<TR>
<TD WIDTH=25%>kolom 1 dari baris 2</TD>
<TD WIDTH=75%>kolom 2 dari baris 2</TD>
</TR>
</TABLE>

Bagaimana jadinya?












kolom 1 dari baris 1kolom 2 dari baris 1
kolom 1 dari baris 2kolom 2 dari baris 2





Bagaimana halnya dengan atribut HEIGHT (tinggi)? Atribut ini juga bisa disisipkan dalam tag TABLE dan tag TR (baris). Selain menggunakan persen untuk menentukan ukuran tabel, kita bisa pula menggunakan satuan pixel. Bila angka sesudah WIDTH dan HEIGHT tidak menggunakan persen (%), berarti satuannya adalah pixel. Contoh:

<TABLE BORDER=7>
<TR HEIGHT=40>
<TD WIDTH=150> kolom 1 dari baris 1</TD>
<TD WIDTH=250> kolom 2 dari baris 1</TD>
</TR>
<TR HEIGHT=80>
<TD WIDTH=150> kolom 1 dari baris 2</TD>
<TD WIDTH=250> kolom 2 dari baris 2</TD>
</TR>
</TABLE>

Ukuran border tabel kita ubah menjadi 7. Tinggi baris pertama adalah 40 pixel sedang baris kedua 80 pixel. Adapun lebar kolom pertama adalah 150 pixel sedang kolom kedua 250 pixel. Perhatikanlah bagaimana atribut-atribut di atas, menghasilkan tampilan tabel menjadi:












kolom 1 dari baris 1kolom 2 dari baris 1
kolom 1 dari baris 2kolom 2 dari baris 2





Oke Selamat Mencoba Semoga Bermamfaat




Penggunaan Meta Tag

posted under by ADMIN
Ada banyak meta tag sesuai dengan standar HTML 4.0 dari World Wide Web Consortion, tapi sebenarnya yang betul-betul dipakai oleh search engine hanya 3, description, keyword, dan robots.

Meta Tag Description


Meta tag description digunakan untuk memberikan gambaran umum mengenai isi dari halaman web Anda. Ukurannya disarankan tidak lebih dari 200 karakter. Dan usahakan agar description ini bisa menjadi kalimat-kalimat yang letaknya di awal halaman web page yang bersangkutan. Contoh penulisan meta tag description adalah sebagai berikut :

<meta name="description" content="Promosi-web.com is a search engine tutorial that explain how to get top rangking in all major search engine and get high traffic for your web site. Available in Bahasa Indonesia." >

Beberapa search engine seperti Nothern Light dan Google tidak memakai meta tags sebagai deskripsi hasil pencariannya. Yang mereka gunakan adalah kalimat-kalimat awal yang ada pada halaman tersebut. Itulah sebabnya kenapa saya sarankan agar Anda menggunakan isi dari meta tag description sebagai kalimat pembuka. Dan jika bagian paling awal dari web Anda berupa sebuah menu, maka deskripsi yang ditampilkan pada hasil pencarian Northern Light adalah seperti ini :

Home Products and Service Contact Us About Us ...welcome to our online store, the best place on the web to...

Meta Tag Keyword

Meta tag keyword sangat penting keberadaannya, karena menentukan kata kunci apa yang bisa menemukan halaman web tersebut pada search engine. Sintak dasar dari meta tag

keyword adalah sebagai berikut :

<meta name="keywords" content="keyword1 keyword2 keyword3 ..." >

atau ada juga yang menulis dengan pemisah tanda koma :

<meta name="keywords" content="keyword1, keyword2, keyword3, . >

Keduanya berfungsi sama dan tidak ada pengaruhnya pada search engine. Tujuan pemakaian tanda koma agar keyword-keyword tersebut lebih mudah dibaca. Yang perlu diperhatikan disini adalah jangan mengulang sebuah kata lebih dari 3 kali, karena akan dianggap spamming. Contoh pemakaian meta tag keyword yang salah adalah :

<meta name="keywords" content="bali, bali hotels, travel in bali, bali island, bali weather>

Disini terlihat sekali bahwa kata "bali", diulang lebih dari 3 kali. Contoh berikut ini tidak akan dianggap spamming oleh search engine :

<meta name="keywords" content="bali hotels travel bali island bali weather">

Yang tak kalah pentingnya mengenai keyword adalah jangan membuat keyword yang tidak ada hubungannya dengan isi halaman web Anda. Hal ini juga akan dianggap spamming. Misalkan web Anda memuat informasi mengenai pariwisata di Bali, jangan sekali-kali menambahkan "MP3" atau "Britney Spears" sebagai keyword hanya karena keyword-keyword ini merupakan keyword favorit di internet dan banyak dicari orang.

Meta Tag Robots

Tujuan utama penggunaan meta tag robots adalah untuk menentukan halaman web yang mana bisa di-index oleh spider dan halaman web mana yang tidak. Tag ini sangat berguna sekali terutama jika seuatu website memakai frame untuk navigasinya. Tentunya kita tidak ingin menampilkan menu-menu dalam frame untuk dibaca oleh search engine. Format dasar dari meta tag robots adalah sebagai berikut :

<meta name="robots" content="index noindex follow nofollow">

Sebagai contoh, jika Anda ingin agar spider membaca main page, dan menelusuri semua link yang ada maka tambahkan perintah berikut ini :

<meta name="robots" content="index follow">

Dengan perintah ini spider akan meng-index main page Anda dan menjadwalkan untuk mengindex halaman-halaman lain yang bisa dicari melalui hyperlink (<a href="">).
Perintah berikut ini akan menginstruksikan agar spider tidak meng-index maupun menelusuri link yang ada pada suatu halaman web.

<meta name="robots" content="noindex nofollow">

Ok, setelah mengetahui tentang meta tag, bagian selanjutnya akan membahas mengenai penyusunan content/isi halaman web yang search engine friendly.



Search Engine Rangking

posted under by ADMIN
Memiliki halaman web yang enak dipandang mata, belum tentu memberikan hasil yang baik pada search engine. Bagian pertama dari tutorial ini menjelaskan bagaimana cara mengoptimalkan halaman web dengan tag-tag HTML khusus, dan hal-hal apa saja yang mempengaruhi rangking pada Search Engine.

Setiap search engine memiliki cara dan algoritma masing-masing untuk menentukan rangking sebuah website. Tetapi beberapa poin dibawah ini sudah umum dipakai tolak ukur oleh sebagian besar search engine, dan pastikan kalau web site Anda memakainya.


Keyword pada domain name, jika Anda memiliki website yang berisi koleksi lagu-lagu mp3 misalnya, akan sangat baik kalau Anda menggunakan domain www.mp3.com. Ini adalah cara kuno, tetapi sampai saat ini masih tetap dipakai oleh search engine.

Keyword pada nama file, misalnya Anda memiliki halaman web yang berisi informasi mengenai hotel di bali, sebaiknya disimpan dengan nama bali-hotels.html, ini juga akan mempengaruhi rangking.

Keyword pada page title, tag <title> pada halaman HTML sangat penting untuk dioptimalkan. Usahakan agar title yang digunakan mengandung keyword yang relevan dengan isi halaman web.

Keyword pada headline, bagi Anda yang sudah menguasai HTML tentu mengenal tag <H1>,<H2>, dst. Tag headline sangat baik dipakai untuk judul sebuah paragraf, misalnya : <H1>Hotels in Bali</H1>. Headline sangat diperhitungkan oleh Search Engine.

Gunakan keyword yang relevan pada meta tag, janganlah menggunakan keyword yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan isi halaman web Anda. Hal ini bisa dideteksi oleh search engine dan akan dianggap spamming.

Keyword pada page content, keyword yang diharapkan harus terdapat pada isi halaman web. Gunakan juga frase atau kata-kata lain yang berhubungan dengan keyword utama. Meta tags, adalah tag-tag HTML khusus yang digunakan untuk menggambarkan keseluruhan dari isi web Anda. Meta tag akan kita bahas secara khusus di bagian berikutnya.

Link Popularity, adalah jumlah halaman web lain yang memasang link ke web site Anda. Beberapa search engine utama sangat memperhatikan hal ini. Semakin besar link popularity suatu web site, rangkingnya akan semakin tinggi.

Itulah beberapa poin umum yang nantinya akan dibahas lebih mendalam. Jika web site Anda sudah dioptimalkan sesuai dengan 8 poin tersebut, dijamin akan mendapat rangking yang baik pada search engine.


top